Selasa, 05 Januari 2016

Epilog

Seandainya malam itu hujan tidak turun, mungkin saja Binava tidak akan pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi. Seandainya malam itu Binava hanya di rumah dan memutuskan untuk tidur, maka pasti tidak akan begini jadinya. Seandainya saja Binava tidak bertemu dengan Prasad pasti dia tidak akan pernah membenci hujan sebesar ini.Binava hanyalah seorang gadis biasa dengan senyum terlukis di wajahnya. Binava, gadis manis yang memiliki senyum indah namun bermata sendu. Gadis manis dengan rambut terurai indah berwarna coklat abu-abu. Binava gadis bermata coklat yang akan selalu menyapa siapa saja dengan senyum tulus. Akan tetapi, senyum itu lenyap seiring berlalunya hujan di malam itu.
Binava, sesuai dengan namanya yang berarti melodi di kala hujan. Binava sangat mencintai hujan hingga malam itu. 

Sabtu, 15 November 2014

Pedih

Pernahkah kau tertawa dengan luka..
Pedih saja tak sanggup hentikan tawamu...
Letihku buatmu menangis...
Dengan topeng yang seolah terbuka...
Hei dinding saja tak tahu padamu..
Apalagi dedaun yang hanya sekedar guguran...
Sudahlah... hentikan saja...
Biarkan aku menatap dqn memeluk tangisanmu..
Dia yang sudah mati,biar sajalah ku ganti...
Hingga nanti gugurnya kan bermakna denganmu..

Lelakiku

hujan saja menari,
dengan tarian kau yang menapak tak terhenti.
sudahlah,biarkan saja derapnya tertera.
nanti aku saja yang menatap...
Tuli aku dengan tetesan hujan yang bertubi
Sayang saja kau tak disini
Dengan letihan haru
Biar sajalah aku yang menanti
Lelaki seperti kau tak akan mengerti akan pilu ku
Penat kau saja tak berakhir

Minggu, 09 November 2014

Aku akanmu... kamu akanku...

Hanya sepi...
Hingga nanti sang pujangga datang...
Ketamakan akan cinta tak berujung
Biarlah menguap saja...
Aku dengan perbedaan akanmu...
Dengan baitan puisi ku dengan petikan lagumu...
Aku akanmu yang berlari dengan tergesa...
Kamu akanku yang bertahta sepi tak terarah...
Haruskah selesai dengan kelelahan akan penantian...
Aku akanmu dengan impian kita dahulu, yang inginku hingga nanti...
Haruskah menyerah dengan lelah?

Jumat, 07 November 2014

Hujan

Ini aku, yang menanti mentari dengan rintikan hujan...
Hujan yang datang tanpa kata dan kemudian lenyap begitu saja...
Hujan yang selalu tertata dengan penatnya jiwa hingga terlelap...
Gelap saja yang temaninya...
Dengan aku yang tertegun tanpa kata..
Aku rindu, rindu dengan kecupan hangat mentari...
Biar sajalah hujan temaniku...
Dengan harumnya tanah dan angin...
Temaniku di antara tirai-tirai bertiup...
Hingga sana jauh pandangku, hanya hujan saja...
Apakah ini masih aku? Aku dengan lelahnya sang mentari yang tak terkata..

Senin, 19 Mei 2014

Ayah....

AYAH….

Ayah, orang yang tidak ikut menangis pada saat kau menangis. Tapi dia akan menahan tangisannya..karena dia tidak ingin kau lemah. Ayah, orang yang tidak mengeluarkan banyak kata pada saat kau melanggar jam malamnya, tapi dia akan merasa sangat kecewa sehingga dia pun hanya bisa terdiam. Ayah, orang pertama yang akan mengerutkan keningnya, memikirkan cara untuk memenuhi segala kebutuhanmu tanpa mengeluh pada siapapun. Ayah, orang yang akan tertawa pada saat kau pertama kali bisa mengayuh sepedamu tanpa bantuannya lagi.. Ayah, orang yang akan melakukan apapun untuk kebahagiaan keluarganya, tanpa perduli akan kesehatannya sendiri. Ayah, orang yang selalu bisa membuatmu tertawa saat kau menangis dengan bujukan eskrim.. Ayah, orang yang selalu bisa kau andalkan untuk mengantar-jemputmu ke sekolah pada saat kau sakit ataupun hujan.. Ayah yang dengan candaannya bisa membuat kau sembuh dari sakit mu… Ayah, orang yang akan marah saat kau tidak mematuhi aturannya karena dia tahu apa yang terbaik untukmu…. Dan ayah, adalah orang yang selalu bisa menunjukkan rasa sayangnya pada mu dengan caranya sendiri…

Aku belajar untuk mengikhlaskan kepergiannya, aku juga belajar untuk bisa menata hidupku menjadi yang terbaik untuknya…tapi terkadang, aku menjadi sangat..sangat merindukan pelukannya. Aku merindukan omelannya, aku merindukan kumisnya yang bergerak-gerak saat marah. Aku merindukan teriakannya setiap pagi membangunkanku. Aku merindukan bujukan-bujukannya pada saat aku menangis. Aku merindukan senyumnya sebelum berangkat sekolah. Aku merindukan perutnya yang buncit. Aku merindukan hal-hal lucu yang dia lakukan pada saat tidur siang. Aku merindukan masakannya yang luar bisaa pedas. Aku merindukan dia dan mobil kesayangannya menungguku pulang sekolah.. 

Terima kasih pa, atas semua kenangan indah yang akan selalu kubawa dalam setiap langkahku..

Senin, 26 November 2012

FOREIGN POLICY ORGANIZATION


FOREIGN POLICY ORGANIZATION

Pendahuluan
            Tulisan ini merupakan paper yang membahas pengorganisasian kekuatan yang dilakukan dalam proses pembuatan kebijakan luar negeri serta factor-faktor yang member pengaruh dalam proses tersebut.

Pembahasan
Politik luar negeri didefinisikan sebagai rencana komprehensif yang dibuat dengan baik, didasarkan pada pengetahuan dan pengalamaan, untuk menjalankan bisnis pemerintahan dengan negara lain. Bahkan sikap Amerika yang sempat melakukan isolasi dari dunia Internasional merupakan salah satu bentuk politik luar negerinya. Politik luar negeri ditujukan pada peningkatan dan perlindungan kepentingan bangsa. Menurut K. J. Holsti : politik luar negeri adalahforeign policy also incorporates ideas that are planned by policy makers in order to solve a problem or uphold some changes in the environment, which can be in the forms of policies, attitudes, or actions of another states or states”. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa politik luar adalah sebuah tindakan yang dilakukan sebuah negara sebagai respon terhadan usaha perlindungan dan pencapaian kepentingan nasionalnya dan juga refleksi dari arah kebijakan serta perilaku politik sebuah negara terhadap negara lain dan juga politik internasional.
Dalam proses pengambilan dan pengaplikasian politik luar negeri terdapat sebuah proses yang sangat panjang dan juga kompleks yaitu proses decision making proses, proses pembuatan kebijakan ini sendiri tidak serta merta bebas dari pengaruh-pengaruh dari subtansi-subtansi politik lain, pengaruh tersebut datang dari dalam (internal) dan luar (eksternal).Yang termasuk pengaruh internal adalah individu, grup, birokrasi, dan sistem nasional sedangkan yang termasuk pengaruh eksternal adalah sistem global yang menaungi negara-negara di dunia. Adapun mengenai pengaruh-pengaruh tersebut akan dijelaskan lebih lanjut dibawah ini :
·         Individu atau ideosinkretik. Hal ini berkaitan dengan aktor yang mengeluarkan politik luar negeri suatu negara, apakah itu seorang menteri luar negeri ataukah seorang presiden maupun perdana menteri. Menurut Coulumbis dan Wolfe, variabel ini berkaitan dengan persepsi, image dan karakteristik pribadi si decision-maker dalam merumuskan politik luar negeri.
·         Grup, grup ini dapat dipahami akan adanya kelompok kepentingan atau interest group yang ada dalam suatu negara. Secara tidak langsung,interest group ini juga ikut andil dalam memberikan pertimbangan perumusan politik luar negeri. Sebagai contoh di Amerika Serikat banyak sekali terdapat kelompok-kelompok kepentingan, salah satunya adalah Lobi Yahudi. Kelompok kepentingan ini berupaya agar kebijakan-kebijakan luar negeri yang dikeluarkan oleh AS tidak bertentangan dengan kepentingan bangsa Yahudi, Israel. Hal ini terbukti bahwa selama ini kebijakan-kebijakan AS di Timur Tengah cenderung pro-Israel.
·         Birokratis, variabel ini menyangkut struktur dan proses pemerintahan serta efeknya terhadap politik luar negeri. Dalam suatu negara pasti terdapat birokrasi yang secara tidak langsung membantu fungsi pemerintahan, sehingga birokrasi ini cukup berperan dalam pengambilan keputusan politik luar negeri. Sebagai contoh adalah di Amerika dibentuk suatu badan mengenai keamanan nasionalnya yang dinamakan National Security Council (NSC). NSC ini berperang memberikan pertimbangan-pertimbangan kepada pemerintah Amerika Serikat mengenai kondisi maupun persepsi keamanan bagi Amerika Serikat. Secara tidak langsung, badan ini memberikan kontribusi dalam perumusan kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang menyangkut hal keamanan.
·         Sistem nasional, yang dimaksud dengan sistem nasional adalah keseluruhan elemen nasional yang ada pada suatu negara. Yang termasuk variabel nasional adalah lingkungan, populasi, moral, sumber daya alam, sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi. Atau dengan kata lain atribut nasional ini sesuai dengan konsepsi Morgenthau mengenai “National Power” yang dimiliki suatu negara. Adanya national power ini setidaknya memberikan suatu fondasi bagi perumusan politik luar negeri suatu negara. Yang terakhir adalah elemen eksternal yang berupa sistem global. Sistem global ini dapat dipahami sebagai kondisi tatanan dunia yang ada dalam sistem internasional. Selain itu, aktor-aktor lain seperti negara lain, NGO, teroris, dan lain sebagainmya juga ikut dipertimbangakan sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi decision-making process dalam politik luar negeri suatu negara.

Karena secara tidak langsung politik luar negeri suatu negara juga merupakan respon suatu negara terhadap kondisi lingkungan eksternalnya. Sebagai contoh adalah containment policy Amerika Serikat yang ditujukan kepada negara-negara Eropa Barat untuk membendung pengaruh komunisme di wilayah tersebut. Hal tersebut dilakukan oleh Amerika Serikat sebgai respon atas tindakan Uni Sovyet yang telah memasukkan negara-negara Eropa Timur ke dalam pengaruhnya melalui ideologi komunis.
Dalam prakteknya, politik luar negeri tidak dapat digeneralisasi bahwa ada satu faktor merupakan faktor yang dominan. Karena keempat faktor tersebut bersinergi membentuk suatu pemahaman akan keputusan politik luar negeri yang dibuat oleh suatu negara. Politik luar neegri yang dibuat oleh suatu negara, pastinya telah mempertimbangkan kelima faktor tadi sebagai determinannya. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah kepentingan nasional suatu negara. Perumusan politik luar negeri suatu negara tak terlepas dari kepentingan nasional negara yang bersangkutan. Dengan kata lain, Ketika kepentingan nasional suatu negara terancam, maka politik luar negeri akan dikeluarkan sebagai salah satu upaya dalam mengamankan kepentingan ansional negara yang bersangkutan

Simpulan
            Politik luar negeri didefinisikan sebagai rencana komprehensif yang dibuat dengan baik, didasarkan pada pengetahuan dan pengalamaan, untuk menjalankan bisnis pemerintahan dengan negara lain. Bahkan sikap Amerika yang sempat melakukan isolasi dari dunia Internasional merupakan salah satu bentuk politik luar negerinya. Politik luar negeriditujukan pada peningkatan dan perlindungan kepentingan bangsa.



Referensi
Couloumbis, Theodeore A. & Wolfe, James, Pengantar Hubungan Internasional Keadilan dan Power, 3rd Editions, New Jersey, Prentice Hall, 1986.

Holsti, K. J., International Politics,  A Framework for Analysis, 4th Edition, London, Prentice Hall, 1983.

Kissinger, Henry A., “Domestic Structure and Foreign Policy”, in Henreider, Wolfham F. ed.,Comparative Fpreign Policy, Theoretical Essays, New York, Davud McKay, 1971, p.133
Modelski, George, A Theory of Foreign Policy, New York, Praeger, 1962.