Senin, 26 November 2012

BEBERAPA VARIABEL YANG MEMPENGARUHI NEGOSIASI


BEBERAPA VARIABEL YANG MEMPENGARUHI NEGOSIASI

Pendahuluan
            Tulisan ini memaparkan mengenai beberapa variable yag mempengaruhi negosiasi. Negosia merupakan proses tawar-menawar antara dua pihak atau lebih untuk mencapai suatu kepentingan. Proses negosiasi tersebut, memiliki beberapa variable yang mempengaruhi hasil dari negosiasi tersebut. Tulisan ini mencoba menjelaskan mengenai variabbel tersebut. Penulis mengambil referensi dari bahan yang relevan yaitu dari buku karangan R.P. Barston dalam buku Modern Diplomacy.
Pembahasan
Salah satu instrument dari diplomasi adalah negosiasi. Negosiasi merupakan proses tawar-menawar untuk mencapai suatu kepentingan. Proses negosiasi tersebut terjadi antara dua pihak atau lebih baik negosiasi secara langsung ataupun tidak langsung untuk mencapai suatu kesepakatan. Tujuan utama dari negosiasi tersebut adalah pencapaian kesepakatan dimana setiap pihak akan saling mengedepankan kepentingannya masing-masing. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, maka setiap pihak harus memikirkan tentang prinsip win-win solution.
Negosiasi dipengaruhi oleh tiga variable menurut R.P Barston dalam bukunya Modern Diplomacy. Tiga variable yang mempengaruhi negosiasi tersebut adalah lingkungan negosiasi (setting), asset yang tersedia, dan variable ketergantungan.
Lingkungan negosiasi terdiri dari beberapa faktor yaitu lokasi dilakukannya negosiasi, jenis negosiasi apakah itu negosiasi bilateral ataupun negosisasi multilateral, kemudian kemampuan pihak-pihak dalam membuat aturan atau hubungan pertemanan. Dukungan dalam negeri dan tingkat ketengangan yang terjadi di duania internasional baik langsung maupun tidak langsung. Lokasi tempat negosiasi berlangsung akan berpengaruh terhadap negosiasi, karena masing-masing pihak negosiator menginginkan lokasi-lokasi yang mendukung tercapainya tujuan dari negosiasinya. Negosiasi biasanya dilakukan dalam setting formal, namun tidak jarang juga negosiasi dilakukan dalam setting informal. Setting suasana yang terjadi dalam negosiasi ini berpengaruh terhadap hasil akhir negosiasi. Apabila negosiator mampu menjadikan setting lingkungan menjadi nyaman, maka kemungkinan untuk pencapaian kesepakatan sesuai dengan kepentingan akan tercapai. Jenis negosiasi baik bilateral maupun multilateral memiliki dampak pada agenda serta persiapan pihak-pihak dalam menerapkan teknik-teknik yang tepat untuk meraih kepentingannya. Pada negosiasi bilateral kedua belah pihak akan fokus pada beberapa agenda dan lebih mudah mencapai kesepakatan, sebaliknya dalam negosiasi multilateral, lebih banyak  pihak yang berkompetisi memajukan kepentingannya sehingga memerlukan waktu yang lebih lama mencapai kesepakatan.
Dukungan dalam negeri memberikan dampak keyakinan yang kuat bagi negosiator untuk menjalani proses negosiasi. Tingkat ketegangan politik internasional juga akan mempengaruhi perilaku negosiator. Semakin tinggi ketegangan maka kesepakatan semakin sulit dicapai dan menimbulkan kecurigaan dan ketidakpercayaan antar pihak.
Variable yang mempengaruhi negosiasi selanjutnya dalah asset-aset yang tersedia. Maksud dari asset disini adalah kemampuan dari pihak negosiator dalam bernegosiasi. Misalnya saja, kemampuan yang dimiliki oleh negosiator untuk mempengaruhi pihak lain dalam pencapaian politiknya. Selain itu, kedekatan negosiator dengan pusat kekuatan dan kemampuan negosiator untuk mengontrol komunikasi yang terjalin dalam negosiasi mengenai penyelesaian suatu konflik. Dalam hal ini, kemampuan negosiator menjadi hal yang sangat penting, karena apabila mnegosiator tidak handal dalam penyampaian kepentingan, maka tujuan yang ingin dicapai tidak akan sesuai dengan apa yang diinginkan. Negosiator harus memiliki kemampuan negosiasi dan persiapan yang matang.  Selain itu, pengalaman negosiator dalam bernegosiasi menjadi hal yang penting juga. Prestasi yang dimiliki negosiator dalam bernegosiasi akan sangat berpengaruh terhadap mental para negosiator lainnya.
Selanjutnya, variable ketiga adalah factor ketergantungan, yaitu factor-faktor politik internal yang berhubungan dengan masalah pembangunan da pencapaian posisi negosiasi. Factor kohesi terhadap pemerintahan dan unsur-unsur yag terdapat didalamnya juga termasuk ke dalam factor ketergantungan. Sejauh mana posisi membuka diri  dievaluasi kembali, tingkat konsesi, dampak dari umpan balik, dan pengaru-pengaruh eksternal dalam pemerintahan, serta peristiwa-peristiwa lain yang terjadi dalam dunia internasional.
Kesimpulan
Negosiasi merupakan proses tawar-menawar untuk mencapai suatu kepentingan. Proses negosiasi tersebut terjadi antara dua pihak atau lebih baik negosiasi secara langsung ataupun tidak langsung untuk mencapai suatu kesepakatan. Tujuan utama dari negosiasi tersebut adalah pencapaian kesepakatan dimana setiap pihak akan saling mengedepankan kepentingannya masing-masing. Negosiasi dipengaruhi oleh tiga variable menurut R.P Barston dalam bukunya Modern Diplomacy. Tiga variable yang mempengaruhi negosiasi tersebut adalah lingkungan negosiasi (setting), asset yang tersedia, dan variable ketergantungan.

Referensi
R.P. Barston, Modern Diplomacy.Longman Group. 1988.

0 komentar:

Posting Komentar