BEBERAPA VARIABEL YANG MEMPENGARUHI NEGOSIASI
Pendahuluan
Tulisan
ini memaparkan mengenai beberapa variable yag mempengaruhi negosiasi. Negosia
merupakan proses tawar-menawar antara dua pihak atau lebih untuk mencapai suatu
kepentingan. Proses negosiasi tersebut, memiliki beberapa variable yang
mempengaruhi hasil dari negosiasi tersebut. Tulisan ini mencoba menjelaskan
mengenai variabbel tersebut. Penulis mengambil referensi dari bahan yang
relevan yaitu dari buku karangan R.P. Barston dalam buku Modern Diplomacy.
Pembahasan
Salah
satu instrument dari diplomasi adalah negosiasi. Negosiasi merupakan proses
tawar-menawar untuk mencapai suatu kepentingan. Proses negosiasi tersebut
terjadi antara dua pihak atau lebih baik negosiasi secara langsung ataupun
tidak langsung untuk mencapai suatu kesepakatan. Tujuan utama dari negosiasi
tersebut adalah pencapaian kesepakatan dimana setiap pihak akan saling
mengedepankan kepentingannya masing-masing. Untuk menyelesaikan permasalahan
tersebut, maka setiap pihak harus memikirkan tentang prinsip win-win solution.
Negosiasi
dipengaruhi oleh tiga variable menurut R.P Barston dalam bukunya Modern Diplomacy. Tiga variable yang
mempengaruhi negosiasi tersebut adalah lingkungan negosiasi (setting),
asset yang tersedia, dan variable ketergantungan.
Lingkungan
negosiasi terdiri dari beberapa faktor yaitu lokasi dilakukannya negosiasi,
jenis negosiasi apakah itu negosiasi bilateral ataupun negosisasi multilateral,
kemudian kemampuan pihak-pihak dalam membuat aturan atau hubungan pertemanan. Dukungan dalam negeri dan tingkat
ketengangan yang terjadi di duania internasional baik langsung maupun tidak
langsung. Lokasi tempat negosiasi berlangsung akan berpengaruh terhadap
negosiasi, karena masing-masing pihak negosiator menginginkan lokasi-lokasi
yang mendukung tercapainya tujuan dari negosiasinya. Negosiasi biasanya
dilakukan dalam setting formal, namun tidak jarang juga negosiasi dilakukan
dalam setting informal. Setting suasana yang terjadi dalam negosiasi ini
berpengaruh terhadap hasil akhir negosiasi. Apabila negosiator mampu menjadikan
setting lingkungan menjadi nyaman, maka kemungkinan untuk pencapaian
kesepakatan sesuai dengan kepentingan akan tercapai. Jenis negosiasi baik
bilateral maupun multilateral memiliki dampak pada agenda serta persiapan
pihak-pihak dalam menerapkan teknik-teknik yang tepat untuk meraih
kepentingannya. Pada negosiasi bilateral kedua belah pihak akan fokus pada
beberapa agenda dan lebih mudah mencapai kesepakatan, sebaliknya dalam
negosiasi multilateral, lebih banyak
pihak yang berkompetisi memajukan kepentingannya sehingga memerlukan
waktu yang lebih lama mencapai kesepakatan.
Dukungan dalam negeri memberikan
dampak keyakinan yang kuat bagi negosiator untuk menjalani proses negosiasi.
Tingkat ketegangan politik internasional juga akan mempengaruhi perilaku
negosiator. Semakin tinggi ketegangan maka kesepakatan semakin sulit dicapai
dan menimbulkan kecurigaan dan ketidakpercayaan antar pihak.
Variable yang mempengaruhi negosiasi
selanjutnya dalah asset-aset yang tersedia. Maksud dari asset disini adalah
kemampuan dari pihak negosiator dalam bernegosiasi. Misalnya saja, kemampuan
yang dimiliki oleh negosiator untuk mempengaruhi pihak lain dalam pencapaian
politiknya. Selain itu, kedekatan negosiator dengan pusat kekuatan dan
kemampuan negosiator untuk mengontrol komunikasi yang terjalin dalam negosiasi
mengenai penyelesaian suatu konflik. Dalam hal ini, kemampuan negosiator
menjadi hal yang sangat penting, karena apabila mnegosiator tidak handal dalam
penyampaian kepentingan, maka tujuan yang ingin dicapai tidak akan sesuai
dengan apa yang diinginkan. Negosiator harus memiliki kemampuan negosiasi dan
persiapan yang matang. Selain itu,
pengalaman negosiator dalam bernegosiasi menjadi hal yang penting juga.
Prestasi yang dimiliki negosiator dalam bernegosiasi akan sangat berpengaruh
terhadap mental para negosiator lainnya.
Selanjutnya, variable ketiga adalah
factor ketergantungan, yaitu factor-faktor politik internal yang berhubungan
dengan masalah pembangunan da pencapaian posisi negosiasi. Factor kohesi
terhadap pemerintahan dan unsur-unsur yag terdapat didalamnya juga termasuk ke
dalam factor ketergantungan. Sejauh mana posisi membuka diri dievaluasi kembali, tingkat konsesi, dampak
dari umpan balik, dan pengaru-pengaruh eksternal dalam pemerintahan, serta
peristiwa-peristiwa lain yang terjadi dalam dunia internasional.
Kesimpulan
Negosiasi
merupakan proses tawar-menawar untuk mencapai suatu kepentingan. Proses
negosiasi tersebut terjadi antara dua pihak atau lebih baik negosiasi secara
langsung ataupun tidak langsung untuk mencapai suatu kesepakatan. Tujuan utama
dari negosiasi tersebut adalah pencapaian kesepakatan dimana setiap pihak akan
saling mengedepankan kepentingannya masing-masing. Negosiasi dipengaruhi oleh
tiga variable menurut R.P Barston dalam bukunya Modern Diplomacy. Tiga variable yang mempengaruhi negosiasi
tersebut adalah lingkungan negosiasi (setting), asset
yang tersedia, dan variable ketergantungan.
Referensi
R.P. Barston, Modern Diplomacy.Longman Group. 1988.



0 komentar:
Posting Komentar