Power and Diplomasi:
Reflections on Power
and Diplomacy
Pendahuluan
Tulisan berikut ini merupakan rangkuman yang akan membahas mengenai
power dan diplomasi yang memiliki keterikatan antara yang satu dengan yang
lainnya. Konsep-konsep ini saling mendukung antara yang satu dengan lainnya
yang berkaitan dengan berbagai unsur di dalamnya, terutama jika berkaitan
dengan kondisi diplomasi sebuah negara.
Pembahasan
Seperti yang telah dibahas sebelumnya,
diplomasi yang dimiliki oleh sebuah negara sangat bergantung pada kekuatan yang
dimiliki oleh negara yang bersangkutan. Semakin kuat kekuatan yang dimiliki
oleh negara tersebut, maka akan semakin besar kemampuan diplomasi negara
tersebut. Kekuatan yang dimiliki oleh sebuah negara biasanya akan terbagi
menjadi beberapa bagian, misalnya kekuatan di bidang ekonomi, militer, serta
politik yang dimiliki oleh negara yang bersangkutan. Semakin besar kekuatan
yang dimiliki oleh negara tersebut, maka akan semakin besar pengaruh negara
yang bersangkutan terutama jika menyangkut kekuatan diplomasi negara tersebut.
Diplomasi merupakan jalan sebuah negara dalam
mengembangkan pengaruhnya. Pengaruh tersebut dapat diwujudkan dengan melakukan
hubungan kerjasama antar negara. Misalnya saja kerjasama ekonomi ataupun
perdagangan. Selain itu diplomasi juga dapat menjadi salah satu jalan sebuah
negara dalam mengembangkan hubungan kerjasama dalam hal kerjasama pertahanan
negara ataupun hubungan antar negara yang menyangkut stabilitas keamanan
nasional dan internasional.
Pada kondisi hubungan internasional pada saat
ini, perekonomian merupakan salah satu unsur yang memegang peranan yang besar
dalam hubungan diplomasi antar negara. Melalui kekuatan ekonomi kemampuan
diplomasi sebuah negara dapat diukur. Hal ini dikarenakan efek perekonomian
sebuah negara sangat berpengaruh dalam hal menaikkan derajat bargaining power negara yang
bersangkutan. Jika negara tersebut memperoleh tekanan yang berasal dari negara
lain, maka negara tersebut dapat menggunakan kekuatan ekonomi sebagai salah
satu instrumen tawar-menawar dengan tetap mementingkan kepentingan internal
yang dimiliki oleh negara yang bersangkutan. Hal ini dapat dilaksanakan dengan
jalan melakukan embargo, menerapkan sanksi perdagangan, investasi, meningkatkan
tarif impor dan berbagai sanksi yang bisa dikenakan lainnya.
Setiap negara yang memiliki kekuatan ekonomi
biasanya dapat menguasai dunia. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan membentuk
sebuah organisasi layaknya MNC yang disebarluaskan ke berbagai penjuru dunia.
Melalui badan ini negara yang bersangkutan dapat memberikan pengaruh dan
menyusupkan kepentingannya ke negara lainnya. Selain itu melalui MNC ini sebuah
negara dapat menekan negara lainnya melalui kebijakan investasi ataupun
pemberian bantuan dana.
Ketergantungan perekonomian dengan negara lain
menunjukkan bahwa posisi tawar negara yang bersangkutan sangat lemah dan sangat
rentan terhadap tekanan yang berasal dari negara pemilik kekuatan ekonomi
besar. Intervensi atau tekanan yang berasal dari negara yang memiliki
perekonomian yang kuat akan sangat mudah mempengaruhi setiap keputusan ataupun
kebijakan negara lemah.
Selain kekuatan perekonomian, dunia
internasional pada saat ini juga sangat dipengaruhi oleh kekuatan militer yang
dimiliki oleh sebuah negara. Korelasi antara ekonomi dan militer ini akan berjalan
secara beriringan. Semakin kuat dan mapan perekonomian sebuah negara, maka
kecenderungan untuk mengembangkan kekuatan militer negara tersebut akan semakin
besar. Melalui kekuatan militer ini setiap negara menunjukkan power yang dimilikinya agar dapat
terhindar dari intervensi yang berasal dari negara lainnya.
Kekuatan militer ini juga merupakan modal
utama dalam memperoleh kepentingan nasional yang menjadi tujuan utama sebuah
negara. Seperti yang telah dibahas sebelumnya kepentingan nasional sebuah
negara tidak hanya dapat dicapai melalui kekuatan diplomasi, sebuah negara
dapat menanamkan kepentingannya dengan jalan menerapkan kekerasan fisik kepada
negara yang menjadi tujuan utama kepentingannya.
Perang merupakan last choice di dalam diplomasi dunia internasional. Namun kekuatan
militer sebuah negara akan terus ditunjukkan dengan tujuan untuk memberikan image yang kuat di kalangan dunia
internasional. Sebuah negara yang kuat akan sangat mudah menanamkan
kepentingannya karena negara lawan akan cenderung takut untuk menghadapi
kemungkinan ancaman yang akan diberikan oleh negara yang bersangkutan.
Kekuatan militer yang ditunjang dengan
stabilitas negara merupakan dua unsur yang menguatkan jalannya diplomasi sebuah
negara. Melalui stabilitas ini sebuah negara akan lebih mudah menyebarkan
kepentingannya. Stabilitas itu sendiri terbagi menjadi stabilitas dalam dan
luar negeri. Jika kondisi dalam negeri cenderung stabil dan aman, maka negara
tersebut akan lebih mudah merumuskan kepentingan luar negerinya. Stabilitas ini
dapat dicapai jika sebuah negara memberikan ruang gerak kepada masyarakatnya
dalam melakukan aktifitas dan menyuarakan aspirasi masyarakat.
Kesimpulan
Power dan diplomasi merupakan dua instrumen yang saling berkaitan dan saling
melengkapi antara yang satu dengan lainnya. Diplomasi sebuah negara dapat
dikategorikan berhasil jika negara tersebut memiliki kekuatan tawar dalam
menjalankan diplomasi. Diplomasi juga berperan penting bagi sebuah negara dalam
memperkuat power negara tersebut,
misalnya saja kekuatan ekonomi, politik, militer dan lain sebagainya. Disini
terlihat jelas bahwa dua elemen ini memiliki pengaruh yang sangat besar antara
yang satu dengan yang lainnya.
Daftar Pustaka
K.J.
Holsti. International Politics.Prentice-Hall. 1983
S.L.
Roy. Diplomasi. Rajawali Press. 1991



0 komentar:
Posting Komentar