Senin, 26 November 2012

Power and Diplomasi: Reflections on Power and Diplomacy


Power and Diplomasi:
Reflections on Power and Diplomacy

Pendahuluan

Tulisan berikut ini merupakan rangkuman yang akan membahas mengenai power dan diplomasi yang memiliki keterikatan antara yang satu dengan yang lainnya. Konsep-konsep ini saling mendukung antara yang satu dengan lainnya yang berkaitan dengan berbagai unsur di dalamnya, terutama jika berkaitan dengan kondisi diplomasi sebuah negara.

Pembahasan

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, diplomasi yang dimiliki oleh sebuah negara sangat bergantung pada kekuatan yang dimiliki oleh negara yang bersangkutan. Semakin kuat kekuatan yang dimiliki oleh negara tersebut, maka akan semakin besar kemampuan diplomasi negara tersebut. Kekuatan yang dimiliki oleh sebuah negara biasanya akan terbagi menjadi beberapa bagian, misalnya kekuatan di bidang ekonomi, militer, serta politik yang dimiliki oleh negara yang bersangkutan. Semakin besar kekuatan yang dimiliki oleh negara tersebut, maka akan semakin besar pengaruh negara yang bersangkutan terutama jika menyangkut kekuatan diplomasi negara tersebut.
Diplomasi merupakan jalan sebuah negara dalam mengembangkan pengaruhnya. Pengaruh tersebut dapat diwujudkan dengan melakukan hubungan kerjasama antar negara. Misalnya saja kerjasama ekonomi ataupun perdagangan. Selain itu diplomasi juga dapat menjadi salah satu jalan sebuah negara dalam mengembangkan hubungan kerjasama dalam hal kerjasama pertahanan negara ataupun hubungan antar negara yang menyangkut stabilitas keamanan nasional dan internasional.
Pada kondisi hubungan internasional pada saat ini, perekonomian merupakan salah satu unsur yang memegang peranan yang besar dalam hubungan diplomasi antar negara. Melalui kekuatan ekonomi kemampuan diplomasi sebuah negara dapat diukur. Hal ini dikarenakan efek perekonomian sebuah negara sangat berpengaruh dalam hal menaikkan derajat bargaining power negara yang bersangkutan. Jika negara tersebut memperoleh tekanan yang berasal dari negara lain, maka negara tersebut dapat menggunakan kekuatan ekonomi sebagai salah satu instrumen tawar-menawar dengan tetap mementingkan kepentingan internal yang dimiliki oleh negara yang bersangkutan. Hal ini dapat dilaksanakan dengan jalan melakukan embargo, menerapkan sanksi perdagangan, investasi, meningkatkan tarif impor dan berbagai sanksi yang bisa dikenakan lainnya.
Setiap negara yang memiliki kekuatan ekonomi biasanya dapat menguasai dunia. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan membentuk sebuah organisasi layaknya MNC yang disebarluaskan ke berbagai penjuru dunia. Melalui badan ini negara yang bersangkutan dapat memberikan pengaruh dan menyusupkan kepentingannya ke negara lainnya. Selain itu melalui MNC ini sebuah negara dapat menekan negara lainnya melalui kebijakan investasi ataupun pemberian bantuan dana.
Ketergantungan perekonomian dengan negara lain menunjukkan bahwa posisi tawar negara yang bersangkutan sangat lemah dan sangat rentan terhadap tekanan yang berasal dari negara pemilik kekuatan ekonomi besar. Intervensi atau tekanan yang berasal dari negara yang memiliki perekonomian yang kuat akan sangat mudah mempengaruhi setiap keputusan ataupun kebijakan negara lemah.
Selain kekuatan perekonomian, dunia internasional pada saat ini juga sangat dipengaruhi oleh kekuatan militer yang dimiliki oleh sebuah negara. Korelasi antara ekonomi dan militer ini akan berjalan secara beriringan. Semakin kuat dan mapan perekonomian sebuah negara, maka kecenderungan untuk mengembangkan kekuatan militer negara tersebut akan semakin besar. Melalui kekuatan militer ini setiap negara menunjukkan power yang dimilikinya agar dapat terhindar dari intervensi yang berasal dari negara lainnya.
Kekuatan militer ini juga merupakan modal utama dalam memperoleh kepentingan nasional yang menjadi tujuan utama sebuah negara. Seperti yang telah dibahas sebelumnya kepentingan nasional sebuah negara tidak hanya dapat dicapai melalui kekuatan diplomasi, sebuah negara dapat menanamkan kepentingannya dengan jalan menerapkan kekerasan fisik kepada negara yang menjadi tujuan utama kepentingannya.
Perang merupakan last choice di dalam diplomasi dunia internasional. Namun kekuatan militer sebuah negara akan terus ditunjukkan dengan tujuan untuk memberikan image yang kuat di kalangan dunia internasional. Sebuah negara yang kuat akan sangat mudah menanamkan kepentingannya karena negara lawan akan cenderung takut untuk menghadapi kemungkinan ancaman yang akan diberikan oleh negara yang bersangkutan.
Kekuatan militer yang ditunjang dengan stabilitas negara merupakan dua unsur yang menguatkan jalannya diplomasi sebuah negara. Melalui stabilitas ini sebuah negara akan lebih mudah menyebarkan kepentingannya. Stabilitas itu sendiri terbagi menjadi stabilitas dalam dan luar negeri. Jika kondisi dalam negeri cenderung stabil dan aman, maka negara tersebut akan lebih mudah merumuskan kepentingan luar negerinya. Stabilitas ini dapat dicapai jika sebuah negara memberikan ruang gerak kepada masyarakatnya dalam melakukan aktifitas dan menyuarakan aspirasi masyarakat.
Kesimpulan

Power dan diplomasi merupakan dua instrumen yang saling berkaitan dan saling melengkapi antara yang satu dengan lainnya. Diplomasi sebuah negara dapat dikategorikan berhasil jika negara tersebut memiliki kekuatan tawar dalam menjalankan diplomasi. Diplomasi juga berperan penting bagi sebuah negara dalam memperkuat power negara tersebut, misalnya saja kekuatan ekonomi, politik, militer dan lain sebagainya. Disini terlihat jelas bahwa dua elemen ini memiliki pengaruh yang sangat besar antara yang satu dengan yang lainnya.

Daftar Pustaka

K.J. Holsti. International Politics.Prentice-Hall. 1983
S.L. Roy. Diplomasi. Rajawali Press. 1991

0 komentar:

Posting Komentar