Senin, 26 November 2012

Diplomacy and Trade


Diplomacy and Trade


PENDAHULUAN

            Dilihat dari sejarah, perdagangan merupakan bentuk negosiasi awal yang dilakukan yang menguhubungkan negara satu dengan negara lainnya. Melalui perdagangan juga kemudian muncul berbagai perjanjian-perjanjian antar negara. Ini dapat dilihat dari sejarah peradaban  mesir dan Asia. Salah satu contohnya yaitu penjelajahan Vasco da Gama ke Asia yang pada awalnya dengan niat perdagangan.

PEMBAHASAN
             
            Diplomasi didefinisikan sebagai seni dan praktek dari negosiasi dalam mendapatkan kepentingan. Diplomasi biasanya mewakili sebuah negara atau organisasi. Negosiasi sebagai instrument daru diplomasi diartikan sebagai tawar menawar yang dilakukan oleh dua pihak yang biasanya mewakili negara atau organiasi. Dalam hal ini mengutamakan kepentingan nasional dari negara yang mereka wakili.
            Sedangkan perdagangan adalah semua tindakan yang tujuannya menyampaikan barang untuk tujuan hidup sehari-hari, prosesnya berlangsung dari produsen kepada konsumen. Di dalam perdagangan terdapat proses tawar menawar yang di dalam kegiatan diplomasi disebut bernegosiasi.
Perdagangan tentu erat kaitannya dengan ekonomi, dimana nantinya akan mengacu pada diplomasi ekonomi. Diplomasi ekonomi didefinisikan sebagai pengambilan keputusan, pembuatan kebijakan dan advokasi dari negara-kepentingan bisnis pengiriman. Diplomasi ekonomi memerlukan penerapan keahlian teknis yang menganalisis efek dari (Negara Menerima) suatu negara situasi ekonomi pada iklim politik dan kepentingan ekonomi Negara pengirim.  Menurut Baine dan Woolcock (2003, p.3) diplomasi ekonomi didefinisikan sebagai satu set kegiatan (kedua metode tentang dan proses untuk membuat keputusan internasional) yang terkait dengan kegiatan ekonomi lintas batas (ekspor, impor, investasi, pinjaman, bantuan, migrasi) yang dilakukan oleh aktor negara dan non-negara di dunia nyata. 
Selain itu,berkaitan dengan perdagangan dan diplomasi juga dikenal dengan istilah trade negotiation, yaitu proses di mana negara-negara bertemu untuk membahas kemungkinan perdagangan, dengan tujuan mencapai perjanjian perdagangan. Kedua negara memiliki kepentingan dalam negosiasi perjanjian perdagangan yang sukses karena memiliki potensi untuk mempromosikan pertumbuhan ekonomi dan memungkinkan perusahaan untuk memperluas pasar mereka, tetapi keduanya juga prihatin dengan melindungi perekonomian mereka dan keselamatan. Perundingan perdagangan dapat menjadi sangat kompleks, dan mungkin melibatkan lebih dari dua negara, bersama dengan moderator yang mengambil sikap netral untuk membantu negara-negara mencapai kesepakatan.
Dalam diplomasi modern juga mengejar kepentingan komersial negara mereka. Oleh karena itu dilakukan diplomasi kerjasama dengan lembaga-lembaga internasional, seperti WTO, GATT ,terdapat peningkatan peran organisasi non-pemerintah (LSM). Barston berpendapat: " “Trade negotiations at Doha involved 21 agenda areas, including carry-over issues from Uruguay Round and core traditional issues as industrial tariffs, market access, agriculture, trade in services, TRIPS etc.” (Barston, 2006, 140).



Kepentingan dagang yang mungkin diperoleh untuk sejumlah alasan, seperti lama hubungan komersial, eksploitasi kewirausahaan pasar luar negeri atau lobi domestik sukses, seperti dalam kasus Eropa, Jepang atau kepentingan pertanian AS.
Dalam perdagangan internasional klasik fungsi diplomasi berada di empat bidang, yaitu aturan multilateral membuat atau mengubah aturan, penciptaan suasana politik yang menguntungkan atau kerangka kerja hukum di tingkat regional, resolusi konflik, pembaharuan perjanjian
            Pengaturan untuk diplomasi perdagangan internasional dibedakan oleh pertumbuhan pasca perang dalam jumlah lembaga multilateral dengan tanggung jawab langsung atau tidak langsung untuk perdagangan (misalnya GATT / WTO, UNCTAD, United Nations Industrial Development Organisation (UNIDO), IFC dan Organisasi Buruh Internasional (ILO) "(Barston, 2006, 134-135). Diplomasi perdagangan sekarang melibatkan tawar domestik dan internasional. Agenda berikutnya adalah negosiasi diplomasi Perdagangan tentang mengurangi pajak, hambatan non-tarif dll

Pada perundingan perdagangan yang bersifat bilateral, bentuk diplomasi perdagangan antara lain dilakukan melalui promosi perdagangan dan investasi, pembentukan perjanjian perdagangan, dan pertukaran Nota Pembentukan Komisi Bersama

Adapun langkah-langkah strategi yang perlu dilakukan dalam negosiasi perdagangan internasional adalah dengan menciptakan momentum yang menguntungkan bagi kepentingan nasional. Berbagai langkah inovatif strategis yang perlu dilakukan antara lain adalah:
1) dalam kerangka kerjasama perdagangan bilateral dengan penjajagan pembentukan         perdagangan bebas bilateral dengan skema FTA dengan Chile dan Afrika Selatan.
2) menggunakan peningkatan kerjasama perdagangan dengan kerangka ASEAN,   yaitu ASEAN-China dan ASEAN-India.



KESIMPULAN
            Berdasarkan sejarah, perdagangan merupakan bentuk negosiasi awal yang dilakukan yang menguhubungkan negara satu dengan negara lainnya. Melalui perdagangan juga kemudian muncul berbagai perjanjian-perjanjian antar negara. Ini dapat dilihat dari sejarah peradaban  mesir dan Asia. Salah satu contohnya yaitu penjelajahan Vasco da Gama ke Asia yang pada awalnya dengan niat perdagangan.
            Diplomasi biasanya mewakili sebuah negara atau organisasi. Negosiasi sebagai instrument daru diplomasi diartikan sebagai tawar menawar yang dilakukan oleh dua pihak yang biasanya mewakili negara atau organiasi. Dalam hal ini mengutamakan kepentingan nasional dari negara yang mereka wakili.
            Sedangkan perdagangan adalah semua tindakan yang tujuannya menyampaikan barang untuk tujuan hidup sehari-hari, prosesnya berlangsung dari produsen kepada konsumen. Di dalam perdagangan terdapat proses tawar menawar yang di dalam kegiatan diplomasi disebut bernegosiasi.


REFERENSI
Barston, RP. 2006. Modern diplomacy, 3rd edition, pearson education limited, harlow

0 komentar:

Posting Komentar