Diplomacy and Trade
PENDAHULUAN
Dilihat dari sejarah,
perdagangan merupakan bentuk negosiasi
awal yang dilakukan yang menguhubungkan negara satu dengan negara lainnya.
Melalui perdagangan juga kemudian muncul berbagai perjanjian-perjanjian antar
negara. Ini
dapat dilihat dari sejarah peradaban
mesir dan Asia. Salah satu contohnya yaitu penjelajahan Vasco da Gama ke
Asia yang pada awalnya dengan niat perdagangan.
PEMBAHASAN
Diplomasi
didefinisikan sebagai seni dan praktek dari negosiasi
dalam mendapatkan kepentingan. Diplomasi biasanya mewakili sebuah negara atau
organisasi. Negosiasi sebagai instrument daru diplomasi diartikan
sebagai tawar menawar yang dilakukan oleh dua pihak yang biasanya mewakili
negara atau organiasi. Dalam hal ini mengutamakan kepentingan nasional dari
negara yang mereka wakili.
Sedangkan
perdagangan adalah
semua tindakan yang tujuannya menyampaikan barang untuk tujuan hidup
sehari-hari, prosesnya berlangsung dari produsen kepada konsumen. Di dalam
perdagangan terdapat proses tawar menawar yang di dalam kegiatan diplomasi
disebut bernegosiasi.
Perdagangan tentu erat kaitannya dengan ekonomi, dimana
nantinya akan mengacu pada diplomasi ekonomi. Diplomasi
ekonomi didefinisikan sebagai pengambilan keputusan, pembuatan kebijakan dan
advokasi dari negara-kepentingan bisnis pengiriman. Diplomasi ekonomi memerlukan penerapan
keahlian teknis yang menganalisis efek dari (Negara Menerima) suatu negara
situasi ekonomi pada iklim politik dan kepentingan ekonomi Negara pengirim. Menurut Baine dan Woolcock (2003, p.3)
diplomasi ekonomi didefinisikan sebagai satu set kegiatan (kedua metode tentang dan proses untuk membuat keputusan
internasional) yang terkait dengan kegiatan ekonomi lintas batas (ekspor,
impor, investasi, pinjaman, bantuan, migrasi) yang dilakukan oleh aktor negara
dan non-negara di dunia nyata.
Selain itu,berkaitan dengan perdagangan dan diplomasi juga
dikenal dengan istilah trade negotiation,
yaitu proses di mana negara-negara bertemu untuk membahas
kemungkinan perdagangan, dengan tujuan mencapai perjanjian perdagangan. Kedua negara memiliki kepentingan
dalam negosiasi perjanjian perdagangan yang sukses karena memiliki potensi
untuk mempromosikan pertumbuhan ekonomi dan memungkinkan perusahaan untuk
memperluas pasar mereka, tetapi keduanya juga prihatin dengan melindungi
perekonomian mereka dan keselamatan. Perundingan
perdagangan dapat menjadi sangat kompleks, dan mungkin melibatkan lebih dari
dua negara, bersama dengan moderator yang mengambil sikap netral untuk membantu
negara-negara mencapai kesepakatan.
Dalam diplomasi modern juga
mengejar kepentingan komersial negara mereka. Oleh karena itu dilakukan diplomasi kerjasama dengan
lembaga-lembaga internasional, seperti WTO, GATT ,terdapat peningkatan peran organisasi
non-pemerintah (LSM). Barston berpendapat: " “Trade
negotiations at Doha involved 21 agenda areas, including carry-over
issues from Uruguay Round and core traditional issues as industrial tariffs,
market access, agriculture, trade in services, TRIPS etc.” (Barston, 2006,
140).
Kepentingan
dagang yang mungkin diperoleh untuk sejumlah alasan, seperti lama hubungan komersial, eksploitasi
kewirausahaan pasar luar negeri atau lobi domestik sukses, seperti dalam kasus
Eropa, Jepang atau kepentingan pertanian AS.
Dalam perdagangan internasional klasik fungsi
diplomasi berada di empat bidang, yaitu aturan multilateral membuat atau
mengubah aturan, penciptaan suasana politik
yang menguntungkan atau kerangka kerja hukum di tingkat regional, resolusi konflik, pembaharuan perjanjian
Pengaturan
untuk diplomasi perdagangan internasional dibedakan oleh pertumbuhan pasca
perang dalam jumlah lembaga multilateral dengan tanggung jawab langsung atau
tidak langsung untuk perdagangan (misalnya GATT / WTO, UNCTAD, United Nations
Industrial Development Organisation (UNIDO), IFC dan Organisasi Buruh
Internasional (ILO) "(Barston, 2006, 134-135). Diplomasi perdagangan sekarang melibatkan tawar domestik dan internasional. Agenda berikutnya adalah
negosiasi diplomasi Perdagangan tentang mengurangi pajak, hambatan non-tarif
dll
Pada perundingan perdagangan yang bersifat bilateral, bentuk
diplomasi perdagangan antara lain dilakukan melalui promosi perdagangan dan
investasi, pembentukan perjanjian perdagangan, dan pertukaran Nota Pembentukan
Komisi Bersama
Adapun langkah-langkah strategi yang perlu dilakukan dalam
negosiasi perdagangan internasional adalah dengan menciptakan momentum yang
menguntungkan bagi kepentingan nasional. Berbagai langkah inovatif strategis
yang perlu dilakukan antara lain adalah:
1) dalam kerangka kerjasama perdagangan bilateral dengan
penjajagan pembentukan perdagangan bebas bilateral dengan skema FTA dengan Chile dan
Afrika Selatan.
2) menggunakan peningkatan kerjasama perdagangan dengan
kerangka ASEAN, yaitu ASEAN-China dan ASEAN-India.
KESIMPULAN
Berdasarkan sejarah,
perdagangan merupakan bentuk negosiasi
awal yang dilakukan yang menguhubungkan negara satu dengan negara lainnya.
Melalui perdagangan juga kemudian muncul berbagai perjanjian-perjanjian antar
negara. Ini
dapat dilihat dari sejarah peradaban
mesir dan Asia. Salah satu contohnya yaitu penjelajahan Vasco da Gama ke
Asia yang pada awalnya dengan niat perdagangan.
Diplomasi
biasanya mewakili sebuah negara atau organisasi. Negosiasi sebagai instrument daru diplomasi diartikan sebagai tawar
menawar yang dilakukan oleh dua pihak yang biasanya mewakili negara atau
organiasi. Dalam hal ini mengutamakan kepentingan nasional dari negara yang
mereka wakili.
Sedangkan
perdagangan adalah
semua tindakan yang tujuannya menyampaikan barang untuk tujuan hidup
sehari-hari, prosesnya berlangsung dari produsen kepada konsumen. Di dalam
perdagangan terdapat proses tawar menawar yang di dalam kegiatan diplomasi
disebut bernegosiasi.
REFERENSI
Barston, RP. 2006.
Modern diplomacy, 3rd edition, pearson education limited, harlow



0 komentar:
Posting Komentar