Senin, 26 November 2012

Tehnik Diplomasi: New Techniques In Diplomacy And Diplomacy Style And Method


Tehnik Diplomasi: New Techniques In Diplomacy And Diplomacy Style And Method

Pendahuluan
           
Tulisan ini merupakan rangkuman mengenai teknik diplomasi, gaya dan metode diplomasi. Tulisan ini dirangkum melalui buku R. P. Barston dengan judul Modern Diplomacy. Diplomasi memiliki berbagai teknik dan gaya yang dapat diterapkan dengan tujuan untuk mencapai hasil akhir dari kepentingan nasionala Negara.

Pembahasan
            Diplomasi merupakan cara yang dilakukan oleh diplomat untuk mencapai kepentingan nasional Negara yang diwakilinya. Dalam diplomasi terdapat berbagai teknik yang dapat digunakan untuk pencapaian hasil yang maksimal. Gaya diplomasi merupakan langkah yang bertujuan untuk mendekati diplomat lain dimana  masing-masing diplomat tersebut membawa kepentingan dalam negeri yang mereka miliki. Di dalam gaya diplomasi biasanya akan mencakup berbagai perilaku diplomasi utusan negara yang bersangkutan, bentuk jalannya diplomasi yang berbentuk terbuka atau tertutup, utusan yang dikirim untuk melakukan diplomasi, bahasa diplomatik, lembaga diplomasi, hingga instrumen perjanjian yang diterapkan dalam diplomasi.
            Diplomasi saat ini mengalami berbagai perkembangan yang sangat signifikan. Perkembangan ini dapat kita lihat dengan seringnya Negara-negara memilih jalan diplomasi untuk mencapai suatu kepentingan. Diplomasi internasional saat ini juga sudah cukup kompleks yang ditandai dengan dilakukannya berbagai pertemuan diplomatik yang bersifat regional ataupun universal.
            Diplomasi tidak hanya dilakukan oleh Negara saja, sesuai dengan perkembangan subjek hukum internasional yang tidak hanya menjadikan Negara sebagai subjek hukum tunggal, tetapi adanya peran individu dan organisasi internasional. Sehingga diplomasi yang dilakukan pun tidak hanya oleh Negara saja. Hal ini menunjukkan bahwa sistem diplomasi yang ada pada saat ini jauh lebih fleksibel dan semakin bervariasi. Tidak hanya perekmbangan subjek hukum internasional, stabilitas dalam negeri juga ikut mempengaruhi gaya dan bentuk diplomasi sebuah negara. Para pejabat militer cenderung lebih aktif melakukan tindakan diplomatik jika negara yang bersangkutan mengalami krisis dalam negeri.
            Negara-negara internasional pada saat ini cenderung untuk mengirimkan utusan kenegaraan dalam sebuah pertemuan diplomatik. Utusan kenegaraan ini biasanya akan bertindak sebagai kaki tangan kepala negara dalam mengamati situasi diplomasi yang sedang terjadi. Utusan kenegaraan juga berperan penting dalam memberikan berbagai masukan ataupun saran kepada kepala negara yang bersangkutan. Utusan kenegaraan yang dikirim ini harus menunjukkan kekuatan dan kemampuan yang dimiliki oleh seorang presiden atau sebuah negara. Selain pengiriman utusan, sebuah negara juga dapat melakukan diplomasi dengan jalan memberlakukan nota understanding atau berbagai instrumen pengesahan lainnya.
            Seperti yang telah dikemukakan di atas perkembangan subjek hukum internasional telah mengakibatkan perkembangan dari segi diplomasi yang dijalankan. Diplomasi tidak lagi hanya dapat dilakukan oleh para negara saja. Aktor-aktor non-negara pada saat ini juga telah dapat melakukan diplomasi. Aktor non-negara seperti organisasi internasional ataupun individu telah memiliki posisi tawar di dalam dunia internasional.
            Negara juga telah cukup banyak menyusupkan kepentingan yang dimilikinya melalui aktor-aktor non negara ini. Hal ini dapat ditunjukkan melalui keberadaan organisasi regional yang melakukan diplomasi hingga melahirkan kerjasama dengan organisasi regional lainnya.  Bentuk diplomasi ini dikenal dengan istilah diplomasi asosiatif. Diplomasi yang melibatkan organisasi ini bertujuan untuk mencapai kepentingan dengan melibatkan anggota masyarakat internasional lainnya dalam jumlah besar yang terikat di dalam sebuah organisasi.
            Diplomasi asosiatif ini memiliki tujuan yang jauh lebih kompleks dan menyeluruh. Diplomasi ini memiliki tujuan besar dalam hal membentuk sebuah komunitas yang lebih besar, misalnya hubungan antar organisasi, lembaga-lembaga internasional ataupun dengan negara-negara. Melalui kerjasama kolektif ini maka tujuan akan lebih mudah untuk dicapai karena dilatarbelakangi oleh tujuan bersama. Selain itu bentuk kerjasama diplomasi dari sisi politik, ekonomi dan keamanan akan lebih mudah untuk dilakukan dan diawasi.
            Organisasi asosiatif ini juga akan melahirkan kesadaran setiap negara untuk mengurangi tindakan koersif, mengurangi kerusakan, hingga peningkatan identitas individu masyarakat yang berada di dalam salah satu golongan. Dengan demikian stabilitas dunia internasiional akan lebih mudah untuk dikendalikan dan kepentingan masing-masing negara akan lebih mudah untuk disuarakan.
            Di dalam diplomasi asosiatif biasanya akan terdapat empat unsur utama yang menjadi cirri khas dari diplomasi asosiatif ini. Cirri yang pertama adalah adanya kerangka kerja atau perjanjian yang melandasi hubungan kerjasama setiap pihak yang terkait, seluruh pihak melakukan pertemuan yang dipimpin oleh masing-masing utusan negara dan dilakukan secara berkala, terdapat koordinasi kebijakan diantara anggota kelompok, serta adanya hubungan perekonomian yang akan ditandai dengan kerjasama perdagangan.
            Selain diplomasi asosiatif, diplomasi antar negara juga dapat dilakukan dengan bentuk diplomasi multilateral. Di dalam diplomasi multilateral ini pihak yang terlibat akan lebih banyak dan cenderung lebih universal. Keputusan yang diambil di dalam diplomasi multilateral ini akan lebih mengutamakan keputusan berdasarkan suara bulat para anggota diplomasi yang terkait.



Kesimpulan
           
Perkembangan dunia internasional yang begitu pesat telah memberikan berbagai dampak kepada jalannya diplomasi internasional. Saat ini diplomasi internasional tidak hanya dapat dilakukan oleh sebuah negara. Negara dapat mengirimkan utusan kenegaraan di dalam sebuah situasi diplomasi. Bentuk diplomasi saat ini juga telah mengalami berbagai peningkatan. Diplomasi tidak lagi hanya menyangkut hubungan antar dua negara, tetapi pada saat ini hubungan diplomasi telah berkembang jauh lebih kompleks dimana aktor yang terkait dapat terdiri dari aktor negara ataupun aktor non-negara.



Referensi                                                                                  

R.P Barston, Modern Diplomacy, Third Edition, Pearson Education Limited Harlow, 2006.

1 komentar:

Secret Detective mengatakan...

kak,boleh minta e-book modern diplomacy nya nggak?

Posting Komentar