Tehnik Diplomasi: New Techniques
In Diplomacy And Diplomacy Style
And Method
Pendahuluan
Tulisan ini merupakan rangkuman mengenai teknik
diplomasi, gaya dan metode diplomasi. Tulisan ini dirangkum melalui buku R. P.
Barston dengan judul Modern Diplomacy. Diplomasi memiliki berbagai teknik dan gaya yang dapat
diterapkan dengan tujuan untuk mencapai hasil akhir dari kepentingan nasionala
Negara.
Pembahasan
Diplomasi merupakan cara yang dilakukan oleh diplomat
untuk mencapai kepentingan nasional Negara yang diwakilinya. Dalam diplomasi
terdapat berbagai teknik yang dapat digunakan untuk pencapaian hasil yang
maksimal. Gaya
diplomasi merupakan langkah yang bertujuan untuk mendekati diplomat lain dimana masing-masing
diplomat tersebut membawa
kepentingan dalam negeri yang mereka miliki. Di dalam gaya diplomasi biasanya
akan mencakup berbagai perilaku diplomasi utusan negara yang bersangkutan,
bentuk jalannya diplomasi yang berbentuk terbuka atau tertutup, utusan yang
dikirim untuk melakukan diplomasi, bahasa diplomatik, lembaga diplomasi, hingga
instrumen perjanjian yang diterapkan dalam diplomasi.
Diplomasi saat ini mengalami berbagai perkembangan
yang sangat signifikan. Perkembangan ini dapat kita lihat dengan seringnya
Negara-negara memilih jalan diplomasi untuk mencapai suatu kepentingan. Diplomasi internasional saat
ini juga sudah cukup kompleks yang ditandai dengan dilakukannya berbagai
pertemuan diplomatik yang bersifat regional ataupun universal.
Diplomasi tidak hanya dilakukan oleh Negara saja,
sesuai dengan perkembangan subjek hukum internasional yang tidak hanya
menjadikan Negara sebagai subjek hukum tunggal, tetapi adanya peran individu
dan organisasi internasional. Sehingga diplomasi yang dilakukan pun tidak hanya
oleh Negara saja. Hal ini
menunjukkan bahwa sistem diplomasi yang ada pada saat ini jauh lebih fleksibel
dan semakin bervariasi. Tidak hanya perekmbangan subjek hukum internasional,
stabilitas dalam negeri juga ikut mempengaruhi gaya dan bentuk diplomasi sebuah
negara. Para pejabat militer cenderung lebih aktif melakukan tindakan
diplomatik jika negara yang bersangkutan mengalami krisis dalam negeri.
Negara-negara
internasional pada saat ini cenderung untuk mengirimkan utusan kenegaraan dalam
sebuah pertemuan diplomatik. Utusan kenegaraan ini biasanya akan bertindak
sebagai kaki tangan kepala negara dalam mengamati situasi diplomasi yang sedang
terjadi. Utusan kenegaraan juga berperan penting dalam memberikan berbagai
masukan ataupun saran kepada kepala negara yang bersangkutan. Utusan kenegaraan
yang dikirim ini harus menunjukkan kekuatan dan kemampuan yang dimiliki oleh
seorang presiden atau sebuah negara. Selain pengiriman utusan, sebuah negara
juga dapat melakukan diplomasi dengan jalan memberlakukan nota understanding atau berbagai instrumen
pengesahan lainnya.
Seperti
yang telah dikemukakan di atas perkembangan subjek
hukum internasional telah mengakibatkan perkembangan dari segi diplomasi yang
dijalankan. Diplomasi tidak lagi hanya dapat dilakukan oleh para negara saja.
Aktor-aktor non-negara pada saat ini juga telah dapat melakukan diplomasi.
Aktor non-negara seperti organisasi internasional ataupun individu telah
memiliki posisi tawar di dalam dunia internasional.
Negara juga telah cukup banyak
menyusupkan kepentingan yang dimilikinya melalui aktor-aktor non negara ini.
Hal ini dapat ditunjukkan melalui keberadaan organisasi regional yang melakukan
diplomasi hingga melahirkan kerjasama dengan organisasi regional lainnya. Bentuk diplomasi ini dikenal dengan istilah
diplomasi asosiatif. Diplomasi yang melibatkan organisasi ini bertujuan untuk
mencapai kepentingan dengan melibatkan anggota masyarakat internasional lainnya
dalam jumlah besar yang terikat di dalam sebuah organisasi.
Diplomasi asosiatif ini memiliki
tujuan yang jauh lebih kompleks dan menyeluruh. Diplomasi ini memiliki tujuan
besar dalam hal membentuk sebuah komunitas yang lebih besar, misalnya hubungan
antar organisasi, lembaga-lembaga internasional ataupun dengan negara-negara.
Melalui kerjasama kolektif ini maka tujuan akan lebih mudah untuk dicapai
karena dilatarbelakangi oleh tujuan bersama. Selain itu bentuk kerjasama
diplomasi dari sisi politik, ekonomi dan keamanan akan lebih mudah untuk
dilakukan dan diawasi.
Organisasi asosiatif ini juga akan
melahirkan kesadaran setiap negara untuk mengurangi tindakan koersif,
mengurangi kerusakan, hingga peningkatan identitas individu masyarakat yang
berada di dalam salah satu golongan. Dengan demikian stabilitas dunia
internasiional akan lebih mudah untuk dikendalikan dan kepentingan
masing-masing negara akan lebih mudah untuk disuarakan.
Di dalam diplomasi asosiatif
biasanya akan terdapat empat unsur utama yang menjadi cirri khas dari diplomasi
asosiatif ini. Cirri yang pertama adalah adanya kerangka kerja atau perjanjian
yang melandasi hubungan kerjasama setiap pihak yang terkait, seluruh pihak
melakukan pertemuan yang dipimpin oleh masing-masing utusan negara dan
dilakukan secara berkala, terdapat koordinasi kebijakan diantara anggota
kelompok, serta adanya hubungan perekonomian yang akan ditandai dengan
kerjasama perdagangan.
Selain diplomasi asosiatif,
diplomasi antar negara juga dapat dilakukan dengan bentuk diplomasi multilateral.
Di dalam diplomasi multilateral ini pihak yang terlibat akan lebih banyak dan
cenderung lebih universal. Keputusan yang diambil di dalam diplomasi
multilateral ini akan lebih mengutamakan keputusan berdasarkan suara bulat para
anggota diplomasi yang terkait.
Kesimpulan
Perkembangan dunia internasional yang begitu pesat
telah memberikan berbagai dampak kepada jalannya diplomasi internasional. Saat
ini diplomasi internasional tidak hanya dapat dilakukan oleh sebuah negara.
Negara dapat mengirimkan utusan kenegaraan di dalam sebuah situasi diplomasi.
Bentuk diplomasi saat ini juga telah mengalami berbagai peningkatan. Diplomasi
tidak lagi hanya menyangkut hubungan antar dua negara, tetapi pada saat ini
hubungan diplomasi telah berkembang jauh lebih kompleks dimana aktor yang
terkait dapat terdiri dari aktor negara ataupun aktor non-negara.
Referensi
R.P
Barston, Modern Diplomacy, Third Edition,
Pearson Education Limited Harlow, 2006.



1 komentar:
kak,boleh minta e-book modern diplomacy nya nggak?
Posting Komentar