Senin, 26 November 2012

Foreign Policy Assassment


Foreign Policy Assassment
Pendahuluan
Tulisan ini merupakan rangkuman mengenai foreign policy assessment  atau biasa disebut pengkajian politik luar negeri. Pengkajian ulang ini lebih terfokus pada kebiasaan pembuatan kebijakan luar negeri pada masa lalu dan saat ini. Dalam tulisan ini dijelaskan secara umum mengenai pengujian tersebut berdasarkan referensi-referensi yang relevan dengan pembahasan.

Pengkajian Politik Luar Negeri
Politik luar negeri, menurut R.P. Barston, terbagi dalam:
1.      Bagian pertama yakni sebuah generalisasi pernyataan mengenai tujuan-tujuan dan kepentingan-kepentingan suatu negara, serta dipublikasikan atau diumumkan kepada masyarakat
2.      Bagian kedua yakni sekumpulan isu-isu yang bersifat kewilayahan suatu negara.
3.      Bagian ketiga adalah permasalahan rutin para aktor negara yang berada dibidang hubungan dengan luar negeri.
Ketiga pembagian ini telah menunjukkan bahwa politik luar negeri ini menyangkut keseluruhan aktivitas yang  berkaitan dengan negara lain atau aktor lain di luar dari negaranya. Kegiatan atau aktivitas yang berkaitan dengan politik luar negeri pun juga sangat beragam. Hal ini lah yang perlu dianalisa dalam pengkajian ulang politik luar negeri tersebut.
Pengkajian politik luar negeri ini biasanya memiliki tiga tahap dalam prakteknya. Tahap pertama yaitu menganalisa kegiatan jangka pendek suatu negara. Misalnya pembahasan ekonomi pasca menjalin hubungan diplomatik, pidato kenegaraan di negara lain, dan sebagainya. Tahap kedua yaitu pembahasan kegiatan yang berjangka lebih panjang. Kegiatan ini biasanya akan dikaji berdasarkan periodenya. Misalnya agenda per tahun dari suatu negara dengan negara di regionalnya. Tahap ketiga yaitu mengkaji tentang prospek kedepan suatu negara menyangkut hubungannya dengan negara lain. Misalnya memutuskan suatu kebijakan yang akan berpengaruh terhadap hubungan negara tersebut dengan negara lain kedepannya.
Tatanan Politik Luar Negeri
Pengaruh politik luar negeri dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu dipengaruhi oleh domestik dan internasional. Pengaruh domestik dapat dimisalkan seperti lokasi, sejarah latar belakang, budaya, keadaan ekonomi dan politik, dan sebagainya. Sedangkan pengaruh internasional antara lain struktur sistem internasional pada saat itu, hubungan dengan negara lain,  kondisi ekonomi internasional, dan sebagainya.


Dari pengaruh internal dan eksternal tersebutlah tatanan politik dibentuk oleh suatu negara. Sehingga bentuk politik luar negeri tiap negara itu akan berbeda-beda. Negara yang memiliki kondisi domestik yang stabil akan cenderung memperkuat politik luar negerinya hingga memiliki bargaining position yang tinggi. Namun, negara yang kondisi domestiknya bergejolak akan disibukkan dengan urusan dalam negeri sehingga tidak terlalu fokus dengan politik luar negeri. Perkembangan politik luar negeri juga sangat fluktuatif. Ada kalanya suatu negara memiliki tatanan politik luar negeri yang kuat, ketika keadaan nasionalnya stabil. Tetapi juga ada masa tatanan politik luar negerinya melemah, ketika kondisi nasionalnya mengalami krisis.
Karakteristik Politik Luar Negeri
Dalam pengujian ulang politik luar negeri, ada yang disebut sebagai kepentingan inti dan kepentingan sekunder. Kepentingan inti ini terkait pada dasar dari suatu negara dalam berhubungan dengan negara lain. Kepentingan inti ini yang membentuk pola hubungan suatu negara sertapola dari politik luar negerinya. Sehingga, jika negara benar-benar tidak memiliki kepentingan sama sekali dengan suatu pihak, maka tidak akan terjalin hubungan dengan pihak tersebut. Selanjutnya adalah kepentingan sekunder. Kepetingan ini tidak terlalu prioritas daripada kepentingan inti. Tetapi keberadaannya tetap harus diperlukan dalam menjalin pola hubungan luar negeri.
Pengkajian jangka panjang juga memerlukan pemisahan antara aksi atau tindakan yang harus dilakukan segera dengan serta tindakan yang menjadi tujuan jangka panjang. Hal ini sesuai dengan karakteristik politik luar negeri yang beraneka ragam.
Simpulan
Pengkajian ulang politik luar negeri atau foreign policy assessment adalah tindakan suatu negara atau pihak yang berwenang dalam suatu negara untuk mempelajari kebijakan luar negeri yang telah diputuskannya. Ada beberapa jenis pembagian dari kebijakan luar negeri berdasarkan pembuatannya, prioritasnya, dan sifatnya yang perlu dipisahkan satu sama lainnya. Pengujian ini dilakukan agar keefektifan dari kebijakan ini lebih maksimal dan meminimalisir kesalahan-kesalahan pengambilan langkah di kancah internasional.
Foreign policy assessment ini dapat menjadi jalan keluar yang bagus bagi negara berkembang jika dimaksimalkan dengan baik. Karena dengan me-review kembali setiap kebijakan-kebijakan yang diambil, akan ada perbaikan-perbaikan untuk masa mendatang.

Referensi
Barston, R. (1988). Modern Diplomacy. London: Longman.

0 komentar:

Posting Komentar